Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Cara Mudah Memahami Debit Kredit - Akuntansi Jasa

Secara sederhana, pembahasan dasar pada akuntansi dibedakan atas tiga golongan atau perusahaan yaitu perusahaan jasa, perusahaan dagang, dan perusahaan manufaktur. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang tidak memiliki persediaan barang dagang (Merchandise Inventory), pada perusahaan dagang memiliki persediaan barang dagang, sedangkan pada perusahaan manufaktur terdapat tiga jenis barang yaitu barang baku, barang setengah jadi, dan barang jadi.

Pada awal artikel mengenai akuntansi, saya ingin membahas hal yang paling dasar atau prinsip dalam akuntansi, terkhusus akuntansi perusahaan jasa. Perusahaan jasa ini yaitu suatu perusahaan yang bergerak pada bidang jasa, misalnya salon, barbershop, artinya produk yang dihasilkan yaitu berupa jasa tidak berupa barang.


Ilustrasi gambar dari edupristine.com

Secara umum akuntansi merupakan suatu ilmu yang termasuk dalam rumpun ekonomi yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan transaksi sampai dibuatnya laporan keuangan. Pembahasan akuntansi dibedakan berdasarkan perusahaannya menjadi tiga bagian yaitu akuntansi perusahaan jasa, akuntansi perusahaan dagang, dan akuntansi perusahaan manufaktur.

Pada akuntansi perusahaan jasa terdapat lima nomor induk akun (chart of account), yaitu (1) aset, (2) kewajiban, (3) ekuitas, (4) pendapatan, dan (5) beban. Untuk mengetahui cara mudah dalam memahami rumus debit kredit yaitu dengan memperhatikan saldo normalnya.

Untuk aset saldo normalnya yaitu berada di debit. (jadi jika bertambah maka di debit, dan jika berkurang maka di kredit). Rumus ini berlaku untuk seluruh jenis aset pada perusahaan jasa yang bersangkutan. Misalnya pada contoh transaksi, diterima kas senilai Rp. 10.000.000,- atas pembayaran pendapatan jasa, maka jurnalnya cash di debit dan pendapatan di kredit.

Sedangkan untuk kewajiban saldo normalnya yaitu berada di kredit. (jadi jika bertambah maka di kredit, dan jika berkurang maka di debit). Rumus ini berlaku untuk seluruh jenis kewajiban pada perusahaan jasa. Misalnya seperti contoh transaksi berikut ini, perusahaan A meminjam uang kepada B senilai Rp. 5.000.000,- untuk membli perlengkapan. Maka jurnalnya yaitu cash di debit (uang bertambah, dan termasuk dalam kategori aset) dan utang di kredit (utang bertambah, termasuk kategori kewajiban).

Ekuitas dan pendapatan memiliki sifat yang sama seperti kewajiban, yaitu jika bertambah maka di kredit dan jika berkurang maka di debit. Sedangkan untuk beban sifatnya sama seperti aset yaitu jika bertambah maka di debit dan jika berkurang maka di kredit.

Untuk latihan, silahkan kerjakan transaksi-transaksi di bawah ini.

Perusahaan A menyetor modal senilai Rp. 100.000.000,- secara tunai
Perusahaan A membeli bangunan untuk dijadikan kantor pelayanan senilai Rp. 400.000.000,- dengan pembayaran tunai sebesar 30%, sisanya dibayar bulan depan
Perusahaan A menerima pendapatan senilai Rp. 1.000.000,-
Dibayar tunai atas beban listrik bulan ini senilai Rp. 250.000,-
Perusahaan A menerima uang senilai Rp. 20.000.000,- dari hasil piutang jasa.
Silahkan bisa di isi di kolom komentar..

Soal-soal di atas merupakan soal-soal yang paling mendasar, pada pembahasan selanjutnya level soal akan ditingkatkan.

Terimakasih, semoga pembahasan ini bisa bermanfaat. Jangan lupa subscibe untuk mendapatakan artikel terbaru secara otomatis serta untuk mendapatkan tawaran khusus lainnya.

Cara Mudah Memahami Debit Kredit - Akuntansi Jasa | Akuntansi AMP POLBAN | Doelnasir ID

Post a Comment for "Cara Mudah Memahami Debit Kredit - Akuntansi Jasa"